Laman

Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2015

Percobaan Kimia : Mengetahui Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Percobaan Kimia : Mengetahui Reaksi Eksoterm dan Endoterm



Kelompok 3 :

1.An-Nisa’a Rizqi M.(04)
2.Eza Faturrahman B.(09)
3.Khoerunnisa(13)
4.M.Yuzril Bakhtiar(17)
5.Rokanah(21)
6.Sri Rahayu(26)


Percobaan Kimia: Mengetahui Reaksi Eksoterm dan Endoterm
a.Judul Percobaan: Reaksi Eksoterm dan Endoterm
b.Tujuan Percobaan: Mengetahui Reaksi Eksoterm dan Endoterm
c.Landasan Teori: Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm

Perubahan entalpi (ΔH) positif menunjukkan bahwa dalam perubahan terdapat penyerapan kalor atau pelepasan kalor. Reaksi kimia yang melepaskan atau mengeluarkan kalor disebut reaksi eksoterm, sedangkan reaksi kimia yang menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Aliran kalor pada kedua jenis reaksi diatas dapat dilihat pada gambar berikut:



A.REAKSI EKSOTERM
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan kalor. Reaksi eksoterm merupakan reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan ( kalor dibebaskan oleh sistem ke lingkungannya ) ditandai dengan adanya kenaikan suhu lingkungan di sekitar sistem.
Contoh reaksi eksoterm adalah gamping atau kapur tohor, CaO(s) dimasukkan ke dalam air.
CaO(s) + H2O(l) → Ca(OH)2(aq)
Selain itu, contoh reaksi eksoterm dikehidupan sehari-hari adalah membakar minyak tanah di kompor minyak dan nyala api unggun.



Pada reaksi eksoterm , sistem membebaskan energi, sehingga entalpi sistem akan berkurang, artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu , perubahan entalpinya bertanda negatif. Sehingga p dapat dinyatakan sebagai berikut:
ΔH = Hp –Hr < 0 (negatif) 
Perubahan entalpi pada reaksi eksoterm dapat dinyatakan dengan diagram tingkat energi seperti berikut ini:



B.REAKSI ENDOTERM
Reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor. Reaksi endoterm merupakan reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem ( kalor diserap oleh sistem dari lingkungannya )dan ditandai dengan adanya penurunan suhu lingkungan di sekitar sistem.
Contoh reaksi endoterm adalah pelarutan amonium khlorida, NH4Cl.
NH4Cl(s) + Air → NH4Cl(aq)
Selain itu, contoh lain dari reaksi endoterm yakni proses fotosintesis pada tumbuhan dan asimilasi.



Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan bertambah. Artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (Hr). Akibatnya, perubahan entalpi, merupakan selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp -Hr) bertanda positif. Sehingga perubahan entalpi untuk reaksi endoterm dapat dinyatakan:
ΔH = Hp- Hr > 0 (Positif)
Perubahan entalpi pada reaksi endoterm dapat dinyatakan dengan diagram tingkat energi seperti berikut ini:



d.alat dan bahan
Alat:
1.gelas ukur
2.spatula kaca
3.Alat Pengaduk (Agar Bahan Menjadi Larut)
4.Termometer
Bahan:
1.air (air murni)
2.NaCl (garam dapur)
3.urea
4.NaOH
5.NH4Cl
6.Ba(OH)2.8H2O

(bahan)


(alat)


e.Cara Kerja:
1.Siapkan alat dan bahan
2.masukkan 40 ml air kedalam gelas ukur pertama dan 30 ml air kedalam gelas ukur kedua
3.Ukur dan catatlah suhu air pada gelas ukur pertama yang akan digunakan sebagai pelarut terlebih dahulu menggunakan thermometer
4.Isi tiap-tiap gelas ukur sebanyak kira-kira 3 spatula bahan yang berbeda-beda (NaCl (garam dapur), urea, NaOH, NH4Cl serta Ba(OH)2.8H2O )
5.kemudian ukur suhu masing-masing larutan menggunakan thermometer.
6.Catat suhu masing-masing larutan.
7.dalam mengukur suhu tiap-tiap reaksi, maka suhu thermometer harus dinetralkan dulu dengan mengcelupkan ujungnya pada gelas ukur yang kedua. Dengan demikian, akan diperoleh kenaikan maupun penurunan suhu akibat reaksi secara akurat.
8.jika suhu reaksi mengalami peningkatan, maka reaksi tersebut merupakan reaksi eksoterm.
9.jika suhu reaksi mengalami penurunan, maka reaksi tersebut merupakan reaksi endoterm.

(pengukuran suhu awal)


(pereaksian dengan bahan)


(pengukuran setelah bereaksi dengan bahan)


(pencatatan hasil pengukuran)


f.Tabel pengamatan


 
Keterangan : “Suhu air aquades adalah 28˚C

KESIMPULAN :
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka kami dapat menyimpulkan bahwa reaksi eksoterm ditandai dengan kenaikan suhu (keadaan gelas ukur yang menjadi tempat terjadinya reaksi menjadi panas, dan reaksi endoterm ditandai dengan penurunan suhu (keadaan gelas ukur yang menjadi tempat terjadinya reaksi menjadi dingin). Adapun zat yang mengalami reaksi eksoterm setelah dilarutkan dalam air antara lain:NaOH. Sedangkan zat yang mengalami reaksi endoterm setelah dilarutkan dalam air yaitu: Ba(OH)2.8 H2O dan NH4Cl dan CO(NH2)2.Dan ada yang tidak berubah suhu,yakni:NaCl/garam.

Senin, 19 Oktober 2015

Laporan Praktikum Kimia : Laju Reaksi

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
 


OLEH:

AN-NISA’A RIZQI M.

EZA FATURAHMAN B.

KHOERUNNISA

M.YUZRIL BAKHTIAR

ROKANAH

SRI RAHAYU

XI IPA 4 (2015-2016)

SMAN 02 BREBES


KATA PENNGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi”.

Tak lupa juga kami mengucapkan Terimakasih kepada bapak ikhwanuddin selaku guru mata pelajaran kimia dan pembimbing kami selama melakukan praktikum kimia

Dalam laporan ini kami mencoba melaporkan hasil yang praktikum kimia yang telah kami lakukan, semoga dapat dimaklumi apabila ada kesalahan dan semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita khususnya bagi para pelajar.

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Laju dalam reaksi,sama halnya dengan laju pada kendaraan yang bergerak.

Reaksi kimia menyangkut perubahan dari suatu pereaksi (reaktan) menjadi hasil reaksi (produk) yang dinyatakan dengan persamaan reaksi:

Pereaksi (reaktan)  Hasil reaksi (produk)

Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah pereaksi untuk setiap satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu.

Satuan laju reaksi umumnya dinyatakan dalam satuan mol dm-3 det-1 (mol/liter detik).Satuan mol dm-3 atau kemolaran (M),adalah konsentrasi larutan..

1.2 Tujuan Percobaan

Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi:

Mengamati pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi

Mengamati pengaruh pemukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

· Konsentrasi

Pada umumnya,reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar.Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak,sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah.Partikel yang susunannya lebih rapat,akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang,sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.

· Luas permukaan

Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur.Pada  percampuran reaksi yang heterogen,reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran.Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh.Dengan memperbesar luas bidang sentuh,reaksi akan berlangsung lebih cepat.

· Temperatur

· Katalis

BAB 3

METODE PRAKTIKUM

3.1 Tempat dan waktu praktikum

Praktikum dilaksanakan di laboratorium SMAN 02 BREBES pada hari Selasa,06 Oktober 2015.

3.2 Percobaan 1

A. Tujuan

Mengamati pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi.

B. Alat dan Bahan

1. Tabung reaksi sebanyak 2 buah

2. Stopwatch

3. Gelas ukur

4. Pita magnesium

5. Gunting

6. Amplas

7. Pipet tetes

8. Larutan HCL 1,5 M.

9. Larutan HCL 2 M.

C. Cara Kerja

1. Potong pita magnesium sepanjang 10 cm.

2. Amplas pita magnesium hingga bersih berwarna keperakkan ,kemudian potong-potonglah sepanjang 1 cm.
 

3. Dengan  pipet tetes,ambil 10 mL  larutan HCL 1,5 M masukkan kedalam tabung reaksi.





4. Siapkan sopwatch .Ambil 3 potong pita magnesium (3 cm) dan masukkan  kedalam tabung reaksi berisi larutan HCL 1,5 M tersebut.



5. Catat waktu saat pita magnesium tepat bercampur dengan larutan HCL hingga keduanya habis bereaksi.

6. Ulangi cara kerja nomor 3-5,tetapi larutan HCL 1,5 M diganti dengan larutan HCL 2 M.

7. Catat hasil pengamatan anda dalam tabel pengamatan.

D. Hasil Pengamatan

Percobaan Reaktan Waktu (detik)
1 Pita Magnesium + HCL 1.5M 50 detik
2 Pita Magnesium + HCL 2M 42.25 detik

E. Pertanyaan

1. Reaksi pada percobaan manakah yang berlangsung lebih cepat?  Mengapa?

Jawab:pada percobaan ke 2,yakni Pita magnesium dicampur dengan HCL yang 2 M.Karena pada percobaan 2 konsentrasi HCL nya lebih besar,dibanding dengan konsentrasi HCL pada percobaan 1.

2. Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan tersebut!

Jawab:

Persamaan laju reaksi Pita magnesium dan Asam Klorida:

2HCl + Mg › MgCl2 + H2

3.3 Percobaan 2

A. Tujuan

Mengamati pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi.

B. Alat dan Bahan

1. Stopwatch

2. Tabung reaksi sebanyak 2 buah

3. Neraca

4. Serbuk dan butiran pualam (CaCO3)

5. Larutan HCL 2 M.

C. Cara kerja

1. Timbang pualam (CaCO3) dalam bentuk serbuk dan butiran,masing-masing seberat 1 gr.

2. Isi 2 tabung reaksi dengan larutan HCL 2 M masing-masing dengan volume 20 mL



3. Siapkan stopwatch dan masukkan 1 gr serbuk pualam ke dalam salah satu  tabung reaksi berisi larutan HCL 2 M.Catat  waktu saat  pualam bercampur dengan HCL hingga pualam habis bereaksi.



4. Masukkan 1gr butiran pualam ke dalam tabung  reaksi lainnya.Catat  waktu saat pualam bercampur dengan  HCL hingga pualam habis bereaksi.



5. Catat hasil pengamatan anda dalam tabel pengamatan.

D. Hasil Pengamatan

Percobaan Reaktan Waktu (detik)
1 1 gr Serbuk CaCO3 826 detik (14 menit 22 detik)
2 1 gr butiran CaCO3 1319 detik (22 menit 19 detik)

E. Pertanyaan

1. Reaksi  pada percobaan manakah yang berlangsung lebih cepat? Mengapa?

Jawab:pada percobaan 1,serbuk pualam dengan asam klorida.Karena serbuk pualam mempunyai luas permukaan yang lebih luas daripada pualam yang berbentuk butiran.

2. Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan tersebut!

Jawab:

Persamaan reaksi antara Pualam dengan Asam Klorida:

CaCO3 + 2HCL › CaCl2  + H2O + CO2


BAB 4

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari data diatas membuktikan bahwa konsentrasi dan luas permukaan sangat mempengaruhi laju reaksi suatu zat.Semakin besar konsentrasi maka laju reaksi semakin cepat.Dan semakin luas bidang sentuh maka laju reaksi semakin cepat.